HARI KE 2 PELATIHAN MANAGEMENT LKS DI KAB MERAUKE

WhatsApp Image 2026-07-23 at 18.33.19
WhatsApp Image 2026-07-23 at 18.33.21
WhatsApp Image 2026-07-23 at 18.33.21 (1)
WhatsApp Image 2026-07-23 at 18.33.22
WhatsApp Image 2026-07-23 at 18.33.22 (1)
WhatsApp Image 2026-07-23 at 18.33.23
WhatsApp Image 2026-07-23 at 18.33.23 (1)
WhatsApp Image 2026-07-23 at 18.33.24
WhatsApp Image 2026-07-23 at 18.33.24 (1)
WhatsApp Image 2026-07-23 at 18.33.25
WhatsApp Image 2026-07-23 at 18.33.29
WhatsApp Image 2026-07-23 at 18.33.28 (1)
WhatsApp Image 2026-07-23 at 18.33.28
WhatsApp Image 2026-07-23 at 18.33.27 (1)
WhatsApp Image 2026-07-23 at 18.33.27
WhatsApp Image 2026-07-23 at 18.33.26 (2)
WhatsApp Image 2026-07-23 at 18.33.26 (1)
WhatsApp Image 2026-07-23 at 18.33.26
WhatsApp Image 2026-07-23 at 18.33.25 (2)
WhatsApp Image 2026-07-23 at 18.33.25 (1)
WhatsApp Image 2026-07-23 at 18.34.52
WhatsApp Image 2026-07-23 at 18.34.54
WhatsApp Image 2026-07-23 at 18.34.54 (1)
WhatsApp Image 2026-07-23 at 18.34.56 (2)
WhatsApp Image 2026-07-23 at 18.34.57 (1)

# Hari Kedua Pelatihan Manajemen LKS di Sekolah Rakyat Merauke Berlangsung Interaktif dan Penuh Antusias

**Merauke, 23 Juli 2026** – Pelaksanaan Pelatihan Luring Manajemen LKS di Sekolah Rakyat Merauke memasuki **hari kedua** dengan suasana belajar yang semakin aktif, interaktif, dan penuh semangat. Seluruh peserta mengikuti rangkaian materi yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan dalam mengelola Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) secara profesional.

Pada hari kedua ini, peserta mendapatkan beberapa materi penting, yaitu **MK, MTEPS, KDOPS, dan AS**. Setiap materi disampaikan secara menarik oleh para coach yang berpengalaman sehingga peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga langsung mempraktikkannya melalui berbagai simulasi.

Keunikan pelatihan hari ini adalah setiap kelompok diberikan tugas **bermain peran (role play)** untuk menghadapi berbagai permasalahan yang sering terjadi dalam pengelolaan LKS. Masing-masing kelompok diminta menganalisis persoalan, berdiskusi, kemudian mencari solusi terbaik berdasarkan **Standar Operasional Prosedur (SOP) LKS** yang telah disusun.

Metode pembelajaran ini membuat suasana pelatihan menjadi lebih hidup. Para peserta tampak antusias menyampaikan pendapat, berdiskusi, serta bekerja sama dalam menyelesaikan setiap studi kasus yang diberikan. Melalui simulasi tersebut, peserta diharapkan mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kerja sama tim, dan pengambilan keputusan sesuai dengan standar operasional yang berlaku di LKS.

Dengan pelaksanaan pelatihan yang interaktif ini, diharapkan seluruh peserta semakin siap menerapkan ilmu yang diperoleh dalam pengelolaan LKS di daerah masing-masing, sehingga mampu memberikan pelayanan sosial yang lebih profesional, efektif, dan berkualitas bagi masyarakat.

Semoga pelatihan hari kedua ini semakin memperkuat kompetensi seluruh peserta dalam membangun tata kelola LKS yang akuntabel, responsif, dan berorientasi pada pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *