Merauke, 14 Juli 2026** – Pondok Pesantren DDI Lampu Satu Merauke menggelar **Workshop Implementasi Pembelajaran Deep Learning Terintegrasi Kurikulum Berbasis Cinta** yang berlangsung selama tiga hari, mulai **14 hingga 16 Juli 2026**. Kegiatan ini dipusatkan di **Laboratorium Teknologi Informasi dan Komunikasi (Lab TIK) Pondok Pesantren DDI Lampu Satu Merauke**.
Workshop secara resmi dibuka oleh **Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Merauke**, Bapak Herman Wona, S.Pdk Mpdk. yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi guru dalam menghadapi transformasi pendidikan. Beliau menyampaikan bahwa implementasi pendekatan *Deep Learning* yang dipadukan dengan Kurikulum Berbasis Cinta diharapkan mampu menciptakan proses pembelajaran yang lebih bermakna, inovatif, serta berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh tenaga pendidik di lingkungan Pondok Pesantren DDI Lampu Satu Merauke, mulai dari jenjang **Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA)**. Kehadiran para guru dari seluruh jenjang menunjukkan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan karakter.
Sebagai narasumber utama, workshop menghadirkan **Ketua PGM Papua Selatan**, yang memberikan materi mengenai konsep, strategi, dan praktik implementasi pembelajaran *Deep Learning* yang terintegrasi dengan Kurikulum Berbasis Cinta. Materi yang disampaikan mencakup perencanaan pembelajaran, penguatan kompetensi guru, pemanfaatan teknologi dalam proses belajar mengajar, hingga penyusunan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta akan mengikuti berbagai sesi berupa pemaparan materi, diskusi, praktik penyusunan perangkat ajar, simulasi pembelajaran, serta refleksi bersama. Diharapkan melalui kegiatan ini para guru mampu mengimplementasikan pendekatan pembelajaran yang lebih mendalam (*deep learning*), mendorong kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi peserta didik, sekaligus menanamkan nilai-nilai kasih sayang, empati, dan akhlak mulia sebagaimana semangat Kurikulum Berbasis Cinta.
Pimpinan Pondok Pesantren DDI Lampu Satu Merauke menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini, khususnya kepada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Merauke dan Ketua PGM Papua Selatan sebagai narasumber. Besar harapan agar hasil workshop ini dapat diimplementasikan secara berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan mutu pendidikan di lingkungan Pondok Pesantren DDI Lampu Satu Merauke.
Melalui workshop ini, Pondok Pesantren DDI Lampu Satu Merauke kembali menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan profesionalisme guru serta menghadirkan pembelajaran yang berkualitas, inovatif, berkarakter, dan relevan dengan tantangan pendidikan abad ke-21.
