# Hari Pertama Pembukaan Pelatihan Pengembangan Bisnis AMDK Pesantren Resmi Digelar di Hotel Millennium
**Jakarta, 28 Juli 2026** – Kegiatan pelatihan pengembangan bisnis Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) bagi pondok pesantren resmi dibuka hari ini di Hotel Millennium, Jakarta. Acara yang diselenggarakan oleh **Bank Indonesia (BI)** ini dihadiri sekitar **600 peserta** yang merupakan perwakilan pondok pesantren dari berbagai daerah di seluruh Indonesia.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mendorong kemandirian ekonomi pesantren melalui pengembangan unit usaha yang berkelanjutan. Dalam sambutan pembukaan, penyelenggara menyampaikan bahwa pesantren memiliki potensi besar untuk mengembangkan bisnis yang tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan internal, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Setelah seremoni pembukaan, peserta langsung mengikuti rangkaian materi pada hari pertama yang dibagi ke dalam empat sesi utama.
**Sesi pertama** mengangkat tema **”Pengembangan Model Bisnis AMDK Pesantren”**. Materi yang disampaikan meliputi urgensi membangun kemandirian ekonomi pesantren melalui usaha air minum dalam kemasan, serta pemetaan potensi pasar, baik pasar internal (captive market) di lingkungan pesantren maupun pasar eksternal yang lebih luas.
**Sesi kedua** membahas **”Pengelolaan Bisnis Air Minum di Pesantren”**, yang memberikan pemahaman mengenai pengelolaan operasional usaha AMDK secara efektif, mulai dari proses produksi, pengendalian kualitas, hingga strategi pengelolaan usaha yang berdaya saing.
Selanjutnya, **sesi ketiga** mengangkat tema **”Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan”**. Dalam sesi ini, peserta mendapatkan pembekalan mengenai strategi membangun bisnis yang berkelanjutan, kepemimpinan usaha, inovasi, serta pengembangan jiwa kewirausahaan di lingkungan pesantren.
Sementara itu, **sesi keempat** membahas **”Akuntabilitas dan Keuangan Usaha Terintegrasi”**. Materi ini menekankan pentingnya tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, serta penyusunan laporan keuangan yang baik sebagai fondasi dalam membangun usaha pesantren yang profesional.
Melalui kegiatan ini, Bank Indonesia berharap lahir lebih banyak pesantren yang mampu mengembangkan usaha AMDK secara mandiri, profesional, dan berkelanjutan. Dengan demikian, pesantren tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga menjadi pusat pemberdayaan ekonomi umat yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.
Pelatihan dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari dengan menghadirkan narasumber dari berbagai bidang, mulai dari praktisi industri, akademisi, hingga para ahli di bidang pengembangan usaha dan keuangan.
